Sunday, February 19, 2017

Mengenal Manajemen Proyek Perangkat Lunak

MPPL - Manajemen Proyek Perangkat Lunak


Manajemen adalah mengatur atau mengelola suatu pekerjaan dengan baik dalam rangka untuk mencapai suatu tujuan. Manajemen menurut George.R.Terry yang mengatakan bahwa pengertian manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang ke arah tujuan-tujuan organisasional maksud yang nyata.

Proyek adalah kegiatan yang bersifat sementara. Berlawanan dengan kegiatan rutin yang dilakukan sehari-hari. Proyek dimiliki oleh pemilik proyek. Proyek memiliki waktu mulai dan waktu selesai yang telah ditentukan. Proyek memiliki sdm yang memiliki peran-peran tertentu. Proyek juga memiliki biaya.

Manajemen Proyek Perangkat Lunak 
Dari penjelasan mengenai manajemen dan proyek maka bisa kita simpulkan bahwa manajemen perangkat lunak adalah mengelola pekerjaan pengelolaan perangkat lunak yang memiliki tujuan dan bersifat sementara.

Ada beberapa resiko yang dapat terjadi pada sebuah proyek perangkat lunak. Yang pertama bila pembuatan/pengelolaan software melewati batas waktu yang ditentukan. Resiko berikutnya adalah overbudget. Dan ada kalanya software hasil proyek tidak terpakai.

Tahap-tahap yang ada pada MPPL ada beberapa. Bisa kita singkat menjadi POACMC yang berarti Planning, Organizing, Activity, Controlling, Monitoring dan Closing. Penjelasan masing-masing masingnya adalah:

  • Planning: merencanakan segala sesuatu yang dibutuhkan sebelum pekerjaan dimulai
  • Organizing: pengumpulan sumberdaya potensial yang dimiliki dan mengorganisirnya
  • Activity: memulai pekerjaan proyek
  • Controlling: pengontrolan pengerjaan proyek
  • Monitoring: pengawasan terhadap pengerjaan proyek

Stakeholder adalah orang-orang yang memiliki pengaruh dalam manajemen proyek perangkat lunak. Tiap orang memiliki perannya sendiri. Beberapa stake holder yang ada dalam manajemen proyek perangkat lunak beberapa diantaranya adalah:

  • Programmer/Developer
  • Tester
  • Sponsor/investor
  • System Administrator
  • Syestem Analis
  • End User
  • Pemiliki Proyek

Tools merupakan fasilitas yang digunakan dalam manajemen proyek perangkat lunak, bisa dalam pembuatan dokumen, manajerial kegiatan dan lainnya. Tools yang dapat digunakan dalam proyek perangkat lunak diantaranya adalah:

  • Software Development Kit (SDK)
  • Team Viewer
  • Kamera
  • Aplikasi Office (contoh: Word, Excel)
  • Aplikasi Database
  • Aplikasi Manajerial Kegiatan (contoh: Trello)


Contoh KAK (Kerangka Acuan Kerja)
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENGAWASAN ( SIMWAS )

I. Latar Belakang

Isu-isu strategis berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan yang berkembang saat ini berkisar pada dinamika demokratisasi, desentralisasi dan otonomi daerah serta revolusi teknologi informasi global. 

Terkait dengan issu-issu tersebut, Inspektorat Jenderal yang berperan sebagai built in control dari manajemen Kementerian Perdagangan harus mampu melakukan reposisi dan revitalisasi peran dari paradigma lama sebagai “watch dog” menjadi katalisator dan konsultan manajemenKementerian Perdagangan. 

Terkait dengan reposisi dan revitalisasi peran tersebut, Inspektorat Jenderal dituntut untuk selalu mengembangkan kapasitas organisasi melalui peningkatan kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia (brainware), perangkat keras dan infrastruktur (hardware), kelembagaan dan ketatalaksanaan serta sumberdaya informasi khususnya informasi di bidang pengawasan. 

Untuk merealisasikan peningkatan kualitas sumber daya informasi pengawasan tersebut, perlu dikembangkan suatu sistem aplikasi berbasis komputer meliputi substansi perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan yang terintegrasi. 

II. Kondisi Saat Ini

Inspektorat Kementerian / Provinsi / Kabupaten / Kota banyak yang belum memiliki program aplikasi Sistem Informasi Manajemen Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan (SIM TLHP) yang berfokus pada pengelolaan data hasil pemeriksaan beserta tindaklanjutnya. Untuk itu perlu dibangun program aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pengawasan (SIMWAS) yang berfokus pada sisi perencanaan, pelaksanaan pengawasan beserta monitoringnya yang didukung dengan data kepegawaian.

III. Tujuan

Tujuan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Pengawasan (SIMWAS) adalah terciptanya suatu Sistem Informasi Pengawasan yang terintegrasi antara sistem perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan monitoring tindak lanjut hasil pemeriksaan yang didukung dengan sistem informasi manajemen kepegawaian dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung peningkatan kinerja Inspektorat Jenderal melalui proses yang sistematis, efektif dan efisien. 

Penyusunan aplikasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan proses perencanaan dan pelaksanaan pemeriksaan untuk tercapainya efisiensi sumber daya seperti tenaga auditor, waktu dan dana dalam mencapai target kinerja yang telah ditetapkan. Selain itu melalui hasil/output dari aplikasi ini diharapkan koordinasi antar bidang dilingkungan Inspektorat bisa berlansung secara lebih efektif. Secara terinci tujuan dari penyusunan Aplikasi ini dapat dinyatakan sebagai berikut : 
  1. Menghasilkan standarisasi untuk penyusunan perencanaan pemeriksaan (RIP dan PKPT)
  2. Memberikan informasi tentang sumber daya (tenaga, dana, dan waktu) yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tupoksi Inspektorat Jenderal.
  3. Menyajikan hasil kinerja aparat pengawasan fungsional di daerah baik secara intern maupun ekstern.
  4. Menghindari kemungkinan duplikasi pekerjaan, tumpang tindih kegiatan pemeriksaan yang dilakukan oleh aparat pengawasan intern daerah dengan aparat pengawasan ekstern, serta mengurangi resiko kesalahan input data.
  5. Memperkuat fungsi pengawasan melekat dan komunikasi/koordinasi horizontal antar bidang pengawasan di lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Perdagangan.
  6. Optimalisasi penggunaan perangkat Keras (Hardware) yang telah tersedia pada Inspektorat
IV. Sasaran

Untuk mencapai tujuan sebagaimana diuraikan diatas, maka sasaran ditetapkan sebagai berikut:
  1. Terlaksananya pengembangan sistem perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan monitoring tindak lanjut hasil pemeriksaan yang didukung dengan sistem informasi manajemen kepegawaian dengan memanfaatkan teknologi informasi berbasis komputer.
  2. Tersedianya brainware yang terlatih dan mampu menjalankan aplikasi dan hardware yang memadai.  
V. Ruang Lingkup Pekerjaan

Kegiatan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Pengawasan (SIMWAS), yakni meliputi :
  1. Survey pendahuluan dan detil terhadap prosedur kerja, keterkaitan sistem dan organisasi kerja (manajemen), kebutuhan informasi, sumber dokumen, volume dan jenis dokumen dan sebagainya. Selain itu juga dilakukan identifikasi terhadap semua permasalahan, lingkup kegiatan dan aspek lain yang terkait dengan kegiatan bidang pengawasan.
  2. Perancangan dan Desain Sistem, meliputi kegiatan desain alur (flowchart) dari sistem, aliran dan prosedur data/informasi, desain format perekaman dokumen (input) dan desain program aplikasi, termasuk didalamnya pembangunan database, perancangan format laporan (output), testing, konversi dan demo program.
  3. Pemprograman, meliputi kegiatan penyusunan script bahasa program, trigger, store procedure dan ujicoba Aplikasi SIMRENWAS.
  4. Penyusunan Buku Panduan (User Manual), meliputi Penyusunan User Manual berupa buku petunjuk pengoperasian program aplikasi mulai dari kegiatan inputing data, editing/updating sampai pada pembuatan dokumen laporan.
  5. Instalasi Program Aplikasi SIMRENWAS, meliputi pemasangan (installing) program aplikasi yang dibuat/dihasilkan pada perangkat keras (komputer) termasuk di kegiatan uji coba dan evaluasi penyempurnaan dari sistem dan program aplikasi secara keseluruhan. 
VI. Hasil/Manfaat yang Diharapkan

Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Pengawasan (SIMWAS) diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kinerja Inspektorat Jenderal Kementerian Perdagangan sebagai katalisator dan konsultan manajemen penyelenggaraan pemerintahan di Kementerian Perdagangan melalui sumberdaya informasi dibidang pengawasan secara komprehensif, cepat, akurat, efektif dan efisien. 

Keluaran (output) dari kegiatan Pengembangan Sistem Informasi manajemen Pengawasan (SIMWAS) adalah piranti lunak/software aplikasi sistem komputerisasi, penyusunan program data base perencanaan dan aplikasi pelaksanaan pengawasan pada Inspektorat Jenderal Kementerian Perdagangan. 

VII. Pelaksanaan Pekerjaan

Pelaksanaan pekerjaan ini dilakukan dengan penunjukan langsung, Perpres 54 Tahun 2011. 

VIII. Tenaga Ahli yang Dibutuhkan

Untuk melaksanakan kegiatan ini dibutuhkan tenaga ahli profesional yang memiliki kualifikasi minimal sebagai berikut :

1. Tenaga Ahli pengawasan / Auditor.
Tenaga Ahli pengawasan / Auditor diisyaratkan minimal Sarjana S1/S2 Ilmu Akuntansi/Ilmu Keuangan lulusan universitas negeri atau yang dipersamakan, berpengalaman dalam bidang pengawasan internal sekurang-kurangnya 8 (delapan) tahun. Tugas utama Tenaga Ahli pengawasan / Auditor adalah menjadi team leader dalam menyusun bagan alir (flow chart) dan kodefikasi program sampai dengan pekerjaan dinyatakan selesai. Persyaratan khusus tenaga ahli pengawasan/auditor adalah mengerti prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan internal pemerintah. Jika tenaga ahli adalah pegawai negeri/mantan pegawai negeri, Pegawai BI, BHMN/BUMN/BUMD harus melampirkan :

   a. SK pengangkatan sebagai Auditor/pemeriksa internal atau SK jabatan struktural yang sesuai dengan bidangnya.

    b. SK Pensiun (bagi mantan pegawai negeri) atau Asli Surat Cuti diluar tanggungan negara (bagi yang belum pensiun). 

2. System Analyst Programmer.
Program Designer/System Analyst Programer diisyaratkan minimal Sarjana S1 Teknik Informatika lulusan universitas negeri atau yang dipersamakan, berpengalaman dalam bidang pemrograman komputer sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun. Tugas utama Program Designer/System Analyst Programer adalah membantu team leader dalam menyusun dan merangkai program sesuai bagan alir (flow chart) dan mengkoordinasikan programer sampai dengan pekerjaan dinyatakan selesai.

3. Programmer.
Programmer diisyaratkan minimal Diploma Tiga (D-3) Teknik Informatika/Komputer lulusan universitas negeri atau yang dipersamakan, berpengalaman dalam bidang pemrograman sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun. Tugas utama Programmer adalah membantu team leader dalam menyusun program dibawah koordinasikan Program Designer/System Analyst sampai dengan pekerjaan dinyatakan selesai.

4. Database Administrator.
Database Administrator diisyaratkan minimal Diploma Tiga (D-3) Teknik Informatika/Manajemen Informatika lulusan universitas negeri atau yang dipersamakan, berpengalaman kerja sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun. Tugas utama Database Administrator adalah membantu team leader dalam menyusun desain database dibawah koordinasikan Program Designer/System Analyst sampai dengan pekerjaan dinyatakan selesai. 

IX. Waktu Pelaksanaan

Proses pelaksanaan kegiatan ini dari awal sampai akhir diperkirakan memakan waktu selama 2 (dua) bulan. 

X. Biaya Pelaksanaan

Biaya pelaksanaan kegiatan pengadaan software aplikasi ini berasal dari DIPA / APBN / APBD Tahun Anggaran 20….

XI. Penutup

Seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan kegiatan ini harus dilaksanakan di wilayah Negara Republik Indonesia. Kerangka Acuan Kerja ini disusun sebagai pedoman bagi pelaksanaan kegiatan ini demi tercapainya hasil yang optimal. 




















Sumber:
https://pembuatsoftware.wordpress.com/
https://pembuatsoftware.files.wordpress.com/2014/06/13-proposal-software-simwas-sistem-informasi-pengawasan-software-inspektorat-aplikasi-inspektorat-400jt.pdf

Saturday, December 17, 2016

Perancangan Perangkat Lunak Menggunakan Design Pattern

Perangkat lunak yang dibahas disini adalah sebuah website  yaitu takequest.com. Website ini merupakan website yang dirancang sebagai pencarian pekerjaan non-formal dengan mengimplementasikan konsep gamification. Dimana user bisa kita ibaratkan sebagai pemain. User dapat membuat permintaan(quest) dan mengambil quest tersedia yang dibuat oleh user lain. User pembuat quest dapat mengonfirmasi user lain yang mengambil permintaanya. Jika permintaan diselesaikan, user yang mengambil quest akan mendapatkan experience point setelah dikonfirmasi dulu oleh pemilik quest. 

Takequest dibangun dengan menggunakan framework Codeigniter. Design Pattern yang digunakan diimplementasikan oleh Codeigniter. Di Codeigniter sendiri ada banyak design pattern yang diimplementasikan, tapi disini saya akan menjelaskan pemakaian singleton pattern.


Singleton sendiri dimaksudkan untuk membuat agar class memiliki satu instance dan meneyediakan hak akses global untuk mengaksesnya, dan hanya diinisialisasi saat di awal, jadi tidak perlu mengakses objek dan tidak perlu instansiasi lagi jika sudah pernah mengakses sebelumnya . di Singleton juga membuat class yang bertanggungjawab untuk inisialisasi, akses dan enforcement. Mendeklarasikan instance sebagai private static data member. Menyediakan public function static member yang merangkum inisialisasi dan akses ke instance.

Menurut sumber lain dikatakan juga bahwa MVC di Codeigniter adalah sebuah design pattern juga. MVC pattern sendiri tidak termasuk GoF namun, beberapa pendapat mengatakan bahwa MVC merupakan design pattern jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Jadi di sini saya akan menjelaskan juga Design Pattern - MVC pattern. 

Berikut penjelasan mengenai Design Pattern - MVC pattern yang bersumber dari tutorialspoint.com 

MVC Pattern adalah kepanjangan dari Model-View-Controller Pattern. Pattern ini digunakan untuk memisahkan bagian kepentingan dari aplikasi.

Model - Model menggambarkan objek yang membawa data. Dia juga memiliki logic untuk mengupdate kondisi di controller.

View - menampilkan visualisasi dan juga data yang telah diambil dari model.

Controller - Controller mengontrol aliran data dari/ke model dan memperbaharuinya di view kapanpun terjadi perubahan. Dia menjadi penengah antara keduanya(model dan view).

Gambaran Umum MVC pattern


gambaran umum MVC-Pattern

Prototype Implementasi System


1. Use Case Diagram

2. CRC-card
crc card-1


crc card-2





crc-card-3

3. Class Diagram

Class Diagram

Implementasi Design Pattern pada Class
    
Singleton Pattern
Salah satu pattern yang digunakan adalah singleton pattern. Singleton pattern terlihat saat pemanggilan objek. Namun Codeigniter sendiri memiliki singleton pattern yang sedikit berbeda. Jika biasanya pemanggilan di php seperti ini



return $className::instance();   

Untuk codeigniter sendiri adalah seperti ini

$this->load->view('homepage/home_head');
$this->load->model('main_model');
$this->load->view('userpage/user_nav',$data2);


Dengan kegunaan yang sama. Loader akan melakukan pemeriksaan untuk melihat apakah kelas telah dimuat sebelumnya dengan memeriksa registri kelas dimuat. Diam-diam mengabaikan permintaan dengan entri log debug jika telah dimuat. Instansiasi kelas dengan apa pun parameter yang ditetapkan, membuat referensi ke objek yang dalam framework (singleton) objek dinamai kelas, atau nama kustom apa pun yang telah di passing. Menyimpan referensi, mengabaikan upaya selanjutnya untuk memuat jika sudah dimuat sebelumnya.

Pemakaiannya digunakan saat pemanggilan class Main_model yang hanya di instansiasi di awal oleh loader dan bisa diakses global oleh class Core.

MVC Pattern

MVC pattern digunakan di model, view dan controllernya. Terlihat pada gambar diatas yang merupakan bagian dari class diagram. Controller core menjadi pemisah antara model dan view. Main_model yang menjadi model beriksi logika yang dapat mengupdate kondisi di controller sesuai dengan objek yang berisi data. Kemudian melalui controller core yang telah diperbaharui akan menampilkan visualisasi dari data yang telah didapat dari model main_model ke view.

4. Class Realization

5. Sequence Diagram


Sign in


Sign up


Lihat quest


Drop quest


Konfirmasi quest berhasil


Konfirmasi quest gagal

Konfirmasi pengambilan quest


Delete quest


Create quest


Take quest


6. Component Diagram


7. Deployment Diagram
deployment diagram

8. Activity Diagram

activity diagram 1

activity diagram 2
               

activity diagram 3

activity diagram 4


Tampilan web:



Link Website : takequest.com
source code : https://github.com/yaukings/TakeQuest

referensi:
https://www.tutorialspoint.com/design_pattern/mvc_pattern.htm
https://www.tutorialspoint.com/design_pattern/singleton_pattern.htm
http://stackoverflow.com/questions/14619642/codeigniter-design-patterns
https://forum.codeigniter.com/thread-39688.html
http://www.swview.org/blog/mvc-design-pattern-or-architectural-pattern
https://www.quora.com/Is-MVC-a-design-pattern-Why





Sunday, December 11, 2016

Analisis Perancangan Sistem Informasi - My JNE

Analisis Perancangan Sistem Informasi My JNE 


MyJNE adalah aplikasi berbasis android yang beroperasi layaknya website JNE. Aplikasi ini lebih digunakan oleh pengguna jasa JNE. Pengguna dapat mengetahui(tracking) barang yang dikirimkan oleh JNE. Selain itu pengguna juga dapat mengecek tarif pengiriman, cek lokasi pengiriman, dan membuat oreder dari toko online dan menggunakan JNE sebagai mediasi pembayaran melalui aplikasi My JNE.

Analisis Sistem

Deskripsi Perusahaan
JNE merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengiriman dan logistik yang bermarkas di Jakarta, Indonesia. Nama resminya adalah Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (Tiki JNE).

PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir didirikan pada tanggal 26 November 1990 oleh H. Soeprapto Suparno. Perusahaan ini dirintis sebagai sebuah divisi dari PT Citra van Titipan Kilat (TiKi) untuk mengurusi jaringan kurir internasional.

Bermula dengan delapan orang dan kapital 100 juta rupiah, JNE memulai kegiatan usahanya yang terpusat pada penanganan kegiatan kepabeanan, impor kiriman barang, dokumen serta pengantarannya dari luar negeri ke Indonesia. Pada tahun 1991, JNE memperluas jaringan internasional dengan bergabung sebagai anggota asosiasi perusahaan-perusahaan kurir beberapa negara Asia (ACCA) yang bermakas di Hong Kong yang kemudian memberi kesempatan kepada JNE untuk mengembangkan wilayah antaran sampai ke seluruh dunia.


Karena persaingannya di pasar domestik, JNE juga memusatkan memperluas jaringan domestik. Dengan jaringan domestiknya TiKi dan namanya, JNE mendapat keuntungan persaingan dalam pasar domestik. JNE juga memperluas pelayanannya dengan logistik dan distribusi. Selama bertahun-tahun TiKi dan JNE berkembang dan menjadi dua perusahaan yang punya arah masing-masing. Karena ini kedua perusahaan tersebut menjadi saingan. Akhirnya JNE menjadi perusahaan diri sendiri dengan manajemen sendiri. JNE membuat logo sendiri yang membedakannya dari TiKi.

Visi Misi JNE

Visi: 
  • Untuk menjadi perusahaan rantai pasok global terdepan di dunia
  • Sukses hanya dapat dicapai melalui kerjasama usaha integral dalam perkembangan. Mendorong proses belajar dan berubah menuju pertumbuhan, kesempurnaan dan pencapaian keuntungan. 
  • Untuk menjadi perusahaan internasional yang sukses adalah penting bagi JNE untuk memiliki jaringan usaha yang kuat di Indonesia yang merupakan salah satu negara target investasi dan pasar yang strategis di mata dunia. 
  • Perpaduan layanan pengiriman, kepabeanan, pergudangan dan pendistribusian di bawah satu atap memberikan solusi bagi kebutuhan distribusi dunia 7 perdagangan melalui internet yang akan menjadi gaya hidup masyarakat modern pada abad mendatang
Misi: 

  • Untuk memberi pengalaman terbaik kepada pelanggan secara konsisten
  • Melayani segenap lapisan masyarakat Indonesia baik perumahan maupun perkantoran dan industri melalui jaringan layanan pengiriman ekspres. 
  • Memadukan efektivitas, efisiensi dan fleksibilitas jasa yang prima untuk menjadikan JNE pilihan utama dalam pengiriman dokumen, paket dan kargo peka waktu di Indonesia. 
  • Menjadi sebuah perusahaan jasa ekspres nasional berstandar layanan internasional

Struktur Organisasi JNE
Adapun tugas dan tanggung jawab yang tercantum dalam struktur organisasi adalah sebagai berikut:

1. President Director

Tugas dan tanggung jawab dari president director adalah:

  • Mengamankan harta perusahaan dengan cara memberikan nasihat atau petunjuk kepada manajemen agar efisiensi kerja dapat tercapai.
  • Mengangkat dan memberhentikan setiap manajer departemen dan kepala bagian.
  • Mewakili perusahaan dalam hubungannya dengan pihak luar perusahaan.

2. Executive Direktor

Tugas dan tanggung jawab dari executive director adalah:
  • Mengkoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan tugas yang dibebankan kepada Finance & Administration Director, Sales & Marketing, dan Operation Director.
  • Memeriksa dan menyetujui rencana program kerja dan anggran perusahaan secara keseluruhan.
  • Mengawasi jalannya kegiatan perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan

3. Secretary

Tugas dan tanggung jawab secretary adalah membuat notulen pada saat rapat diadakan dan mengarsipkan surat-surat atau dokumen-dokumen yang dianggap penting.

4. Finance & Administration Director

Tugas dan tanggung jawab dari Finance & Administration Director adalah:
  • Memimpin dan mengkoordinir seluruh aktivitas keuangan perusahaan
  • Mengkoordinasi dan mengawasi pelaksanaan tugas yang dibebankan kepada
  • purchasing manager, finance & acc. senior manager, HRD senior manager, dan general affairs manager.
  • Membuat dan menetapkan rencana keuangan perusahaan.

5. HRD Senior Manager

Tugas dan tanggung jawab dari HRD Senior Manager adalah:
  • Melakukan pencarian atau perekrutan karyawan, menyeleksi dan menetapkan kerja karyawan
  • Menangani hal-hal yang berhubungan dengan pemecatan atau pemberhentian karyawan. 
  • Mengkoordinir dan memecahkan masalah-masalah yang ada pada divisi personalia

6. Sales & Marketing Director

Tugas dan tanggung jawab dari sales & marketing director adalah mengkoordinasi dan mengawasi pelaksanaan tugas yang dibebankan kepada customer service senior manager, sales senior manager dan marketing senior manager.

7. Marketing Senior Manager

Tugas dan tanggung jawab dari marketing senior manager adalah:

  • Melakukan analisa dan evaluasi atas produk, jasa serta tarif dan memberikan usulan pengembangannya.
  • Melakukan analisa dan evaluasi atas produk, jasa, tarif dari perusahaan pesaing dalam usaha memberi masukan sehubungan dengan pengembangan produk yang sudah ada maupun penciptaan produk baru.
  • Melaksanakan kerjasama pengembangan produk, jasa, tarif dengan pihak lain sepanjang telah mendapatkan persetujuan dewan direksi.

Membuat laporan akan hasil kajian dan pekerjaan yang telah dilaksanakan.

8. Operation Director

Tugas dan tanggung jawab dari operation director adalah Memimpin, mengkoordinir dan mengawasi kegiatan yang dibebankan kepada operation

senior manager dan cargo senior manager yang kegiatannya sehari-hari bersifat operasional.

9. Operation Senior Manager

Tugas dan tanggung jawab dari operation senior manager adalah mengkoordinir dan memecahkan masalah-masalah yang timbul di dalam divisi operasional

Kebutuhan Aplikasi

1. Fungsional
Pengolahan data Customer
Pengolahan data barang yang dikirimkan
Proses Memberikan informasi lokasi paket yang dikirimkan
Proses Memberikan informasi biaya pengiriman paket
Proses Memberikan informasi kantor JNE terdekat
Proses Scan Barcode resi barang

2. Non-Fungsional
Operasional
o Digunakan pada Android Smartphone
Security
o Dilengkapi password untuk login ke system aplikasi
Informasi
o Memberikan informasi kesalahan login baik password ataupun username
o Digunakan untuk melakukan pendaftaran pengguna baru


Desain SI

Diagram Konteks
konteks diagram

Flow Diagram


flow diagram
Use Case Diagram
use case diagram
Class Diagram


class diagram
Component Diagram



Deployment Diagram


deployment diagram
Tabel(Pyshical data)









Implementasi Sistem

Di sini prototipe implemetasi desainnya dalam bentuk website.
Implementasi sistem dapat dilihat di jn.takequest.com

Jika ingin masuk tersedia user yang memiliki data:
username : admin
password : admin

dan juga barang yang dapat dicari statusnya di cek resi:
masukkan no resi berikut : 0123456789101112

jika ingin membuka melalui apk dapat mendownload apknya di sini


link terkait:
https://yaukingsyaukiaulia.blogspot.co.id/2016/10/jne-sistem-informasistruktur.html
https://yaukingsyaukiaulia.blogspot.co.id/2016/11/analisa-sistem-informasi.html

referensi: